Da`i Kondang Isi Hikmah Idul Adha MTsN Witihama
MTsN Witihama (Inmas),
Kamis (15/09/2016). Acara Silahturahmi dalam gelaran merayakan Idul Adha 1437
H, MTsN Witihama mendapatkam kehormatan dengan kesediaan salah satu dai kondang
putra Witihama yang berkiprah didunia dakwah di Bontang, Kalimatan Timur.
Acara yang dimulai pada
pukul.09.30 wita sampai pukul.11.30 wita selama dua jam jamaah yang hadir yang
terdiri dari unsur komite, dewan guru dan staff serta siswa-siswi MTsN Witihama
pada acara silaturahmi Idul Adha 1437 Hijriah seakan tak mau beranjak dari
duduk lesehan di aula mini MTsN Witihama.
Mereka tampak khusyu'
mendengarkan ceramah
yang disampaikan oleh ustad Drs. H.Abdullah Karim Da'i kondang dari kota Bontang provinsi Kallimatan Timur dalam acara silaturahmi Idul Adha keluarga besar MTsN Witihama dan penyembelihan hewan Qurban pada rabu pagi tanggal 14 september 2016 M. 12 Zulhijjah 1437 H.
yang disampaikan oleh ustad Drs. H.Abdullah Karim Da'i kondang dari kota Bontang provinsi Kallimatan Timur dalam acara silaturahmi Idul Adha keluarga besar MTsN Witihama dan penyembelihan hewan Qurban pada rabu pagi tanggal 14 september 2016 M. 12 Zulhijjah 1437 H.
H. Abdullah Karim dalam
uraian hikmah idul qurban antara lain mengupas tentang makna dan hakikat Qurban.menurutnya kata Qurban berarti
mendekatkan diri kepada Allah Swt. Qurban juga adalah tradisi keagaman dalam
sejarah peradaban umat manusia maka Qurban bisa dalam bentuk sembelihan hewan
ternak yang sesuai dengan ajaran islam.
Beliau menyitir QS 37
ayat 102 sampai 107 yang dilafadzkan dengan tartil menghipnotis para jamaah
menambah khusyu'nya suasana majlis. Beliau juga menekankan kepada siswa MTsN
Witihama agar meneladani kisah Nabi Ibrahim As, Nabi Ismail dan Istrinya Nabi
Ibrahim As (Siti Hajar As) yang patuh dan pasrah sebagai bentuk iman dan taqwa
mereka kepada Allah SWT, saling berbagi dengan sesama dengan menyisihkan uang
belanja dan mempererat tali silahturahim antar sesama.
Uraian hikmah yang
disampaikan H. Abdullah Karim bak mutiara bertaburan disamudera raya, tetapi
yang lebih greget dari penekanan beliau adalah bahwa berkurban dengan
menyembelih seekor hewan ternak nilai timbangnnya jauh lebih besar dari nilai
langit dan bumi beserta segala isinya.
Sesi hikmah Idul Adha
tersebut disudahi dengan penyaluran daging qurban kepada siswa yang tidak mampu
dan dilanjutkan santap bersama serta salaman khas idul adha.(MSN)